Jejak Indonesia di Piala AFC: Musim Ini yang Terburuk, PSM dan Bali United Kandas di Babak Grup

sepakbola

Musim ini, Indonesia tampil kedodoran di ajang Piala AFC. Dua wakil yang berlaga, Bali United dan PSM Makassar, sama-sama kandas di fase grup, menandai musim terburuk wakil Indonesia di kompetisi ini.

Sejak pertama kali berpartisipasi pada 2009, minimal ada satu tim asal Indonesia yang lolos dari fase grup. Tapi, kali ini, semua langsung kandas.

Bali United tergabung di Grup G bersama Central Coast Mariners, Terengganu FC, dan Stallion Laguna FC. Lima kali bertanding, tim asuhan Stefano Cugurra itu cuma menang dua kali, dipastikan tak bisa finis sebagai jawara grup – syarat lolos otomatis ke semifinal zona ASEAN.

Sementara, untuk menjadi runner-up terbaik pun, mereka takkan mampu mengejar perolehan poin Phnom Penh Crown dari Grup F. Wakil slot gacor Kamboja itu sudah mengumpulkan 12 poin, sedangkan Bali United maksimal hanya akan meraup 10 poin. Itu pun jika mampu menang lawan Terengganu FC di laga pamungkas, 13 Desember mendatang.

Nasib PSM Makassar tak berbeda. Pasukan Bernardo Tavares juga cuma meraih dua kemenangan di Grup H, yang berisi Sabah FC, Haiphong FC, dan Hougang United FC.

Juku Eja pun sudah tak mungkin juara grup maupun finis sebagai peringkat kedua terbaik. Sebab, poin maksimal mereka, seperti Bali United, cuma 10.  Kegagalan dua klub itu memastikan tak ada klub Indonesia di fase gugur Piala AFC untuk kali pertama kali dalam 14 tahun.

Pada 2009, PSMS Medan mampu menjejak ke babak 16 besar, walaupun akhirnya tumbang oleh wakil Thailand, Chonburi FC. Tahun berikutnya, Sriwijaya FC mengukir prestasi serupa. Sayang, lagi-lagi langkah mereka dihentikan tim Negeri Gajah, Port FC.

Lanjut 2011, ada peningkatan. Dua wakil Indonesia maju ke fase gugur Piala AFC. Sriwijaya FC kembali sampai babak 16 besar, sementara Persipura Jayapura bahkan tembus perempat final.

Arema menyamai pencapaian Persipura di musim berikutnya, sebelum kalah dari tim Arab Saudi, Al-Ettifaq, di 8 besar. Tren perempat final dilanjutkan Semen Padang di Piala AFC 2013. Sayang, Kabau Sirah tak mampu melewati adangan East Bengal dalam pertarungan dua leg.

Rekor laju terjauh tim Indonesia di Piala AFC masih dipegang Persipura Jayapura. Pada 2014, mereka mampu menyentuh semifinal sebelum ditaklukkan wakil Kuwait, Al-Qadsia.

Musim yang sama, Arema Cronus menjadi pendamping. Tapi, Singo Edan cuma sampai 16 besar. Persipura kembali pada 2015, kali ini ditemani Persib Bandung. Namun, keduanya kandas di babak 16 besar.

Dua tahun tak ikut serta karena sanksi FIFA, tim-tim Indonesia muncul lagi pada 2018. Bali United langsung gugur di fase grup, sementara Persija Jakarta bisa mencapai semifinal zona ASEAN.

PSM Makassar juga berhasil masuk empat besar zona ASEAN pada tahun berikutnya, tapi terhenti oleh wakil Vietnam, Becamex Binh Duong.  Setelah itu. pandemi Covid-19 mengacaukan kompetisi selama dua tahun.

Ketika Piala AFC kembali berjalan normal, 2022, PSM Makassar langsung melesat ke final zona ASEAN. Sayang, mereka dipaksa menyerah oleh Kuala Lumpur City FC asuhan Bojan Hodak. Itu menjadi terakhir kalinya wakil Indonesia lolos ke fase gugur Piala AFC.

Rekam Jejak Klub-klub Indonesia di Piala AFC:

2009 – PSMS Medan (16 besar)

2010 – Persiwa Wamena (grup), Sriwijaya FC (16 besar)

2011 – Sriwijaya FC (16 besar), Persipura Jayapura (perempat final)

2012 – Arema (perempat final)

2013 – Persibo Bojonegoro (grup), Semen Padang (perempat final)

2014 – Arema Cronus (16 besar), Persipura Jayapura (semifinal)

2015 – Persipura Jayapura (16 besar), Persib Bandung (16 besar)

2016 – Sanski FIFA

2017 – Tak ada wakil

2018 – Bali United (grup), Persija Jakarta (semifinal ASEAN)

2019 – Persija Jakarta (grup), PSM Makassar (semifinal ASEAN)

2020 – Batal

2021 – Zona ASEAN Batal

2022 – Bali United (grup), PSM Makassar (final ASEAN)

2023 – Bali United (grup), PSM Makassar (grup).