Tips Menjaga Kesehatan Ala Pendaki Gunung Putri Handayani

Olahraga teratur untuk menjaga kesehatan tubuh

Tips memelihara kebugaran tubuh sepanjang usia

Dian Syahputri Fitri Handayani akrab rajazeus disapa Putri Handayani, pendaki gunung asal Indonesia yang terhadap akhir tahun 2023 menginjakkan kaki di Kutub Selatan membagikan tips memelihara kebugaran yang sepanjang ini lakukan sehingga tubuh senantiasa sehat dan prima.

Menurut Putri, pertama kembali ke mindset jikalau manusia itu kebutuhannya apa saja. Misalkan jikalau didalam dunia pendakian ada teknik survival. ” Kuncinya gini, kita manusia dapat bertahan hidup 3 minggu tanpa makanan, 3 hari tanpa air, tetapi cuma 3 menit tanpa udara. Berarti kebutuhan kita yang paling utama itu adalah udara, setelah itu air lalu makanan,” ucapnya kepada CANTIKA, 12 Maret 2024

Jadi kunci utamanya menurut perempuan kelahiran Serdang Bedagai, Sumatra Utara ini ada terhadap latihan pernapasan atau breathing exercise. “Latihan napas dapat bersama yoga atau meditasi yang wajib teratur dilakukan tiap-tiap hari atau minimal miliki jadwal. Bahkan tidak wajib sambil yoga, sehari-hari umpama di kantor dapat dilakukan sekitar lima menit,” ucap pendaki gunung Kilimanjaro dan Carstensz Pyramid ini.

Lalu tips yang ke dua ialah hidrasi tubuh yaitu minum air mineral bersama jumlah yang dianjurkan. Kemudian ketiga ialah memelihara asupan makanan sehat. Kalau exercise atau olahraga menurut Putri urutannya justru setelah asupan gizi terpenuhi.

“Saya mengusahakan tidak makan karbo kompleks, jadi sebagai gantinya berbentuk ubi madu, singkong, dan kentang. Saya termasuk tidak minum susu hewani, diganti oatmeal atau air kelapa,” kata alumnus University of Pittsburgh ini.

Putri sendiri menjadikan salah olahraga rutinnya bersama lari atau naik turun tangga untuk harian. Berbeda jikalau menjelang pendakian, biasanya Putri miliki latihan intens seperti membawa beban. “Kalau olahraga teratur biasanya saya 6 kali satu minggu, baru 1 hari untuk rest day yang amat tidak olahraga. Pastikan istirahatnya termasuk amat cukup,” pungkasnya.

Konsisten Berolahraga Bantu Kurangi Risiko Insomnia

Penelitian menyatakan bahwa berolahraga secara terus-menerus pada dua sampai tiga kali seminggu dapat menolong mengurangi risiko insomnia. Olahraga termasuk dapat menolong kami menggapai kala tidur harian yang direkomendasikan, yakni enam sampai sembilan jam.

Menurut siaran pers Medical Daily terhadap Rabu, 27 Maret 2024, para peneliti didalam studi terakhir ini mengevaluasi frekuensi, durasi, dan intensitas aktivitas fisik mingguan serta tanda-tanda insomnia, durasi tidur malam, dan kantuk siang di pada sekelompok orang dewasa berusia separuh baya. Peserta penelitian berasal dari 21 pusat di sembilan negara Eropa.

Para peneliti mengevaluasi respons 4.399 peserta yang menjadi anggota dari Survei Kesehatan Respirasi Komunitas Eropa. Peserta menjawab kuesioner perihal frekuensi dan durasi aktivitas fisik terhadap awal studi (1998-2002) serta aktivitas fisik, tanda-tanda insomnia, durasi tidur, dan kantuk siang 10 tahun sesudah itu (2011-2014).

Peserta yang berolahraga dua kali atau lebih didalam seminggu, sepanjang satu jam per minggu atau lebih, diakui sebagai orang yang aktif secara fisik. Selama periode studi, 37 persen peserta tetap menerus tidak aktif, dan 25 persen tetap menerus aktif, kala 18 persen menjadi aktif dan 20 persen menjadi tidak aktif.

Peserta dari Norwegia punya bisa saja paling tinggi untuk selalu aktif, kala mereka dari Spanyol dan Estonia punya bisa saja paling tinggi untuk selalu tidak aktif. Studi termasuk mencatat beberapa segi yang mengenai bersama dengan peserta yang selalu aktif. Mereka lebih banyak pria, berusia lebih muda, punya berat badan sedikit lebih rendah, dulu merokok, dan tengah bekerja.

Menurut para peneliti, sesudah sesuai bersama dengan usia, tipe kelamin, berat badan, riwayat merokok, dan pusat studi, mereka yang selalu aktif secara vital (42 persen) lebih sedikit kemungkinannya mengalami kesusahan tidur, 22 persen lebih sedikit kemungkinannya punya tanda-tanda insomnia, dan 40 persen lebih sedikit kemungkinannya melaporkan dua atau tiga (37 persen lebih sedikit) tanda-tanda insomnia.

Setelah perhitungkan faktor-faktor seperti usia, tipe kelamin, berat badan, riwayat merokok, dan pusat studi, individu yang terus-menerus aktif lebih bisa saja dikategorikan sebagai penidur normal dibandingkan bersama dengan mereka yang selalu terus-menerus tidak aktif.